Recent Post
BOSTON - Lobster berukuran besar tertangkap di perairan
Cape Cod, Amerika Serikat. Berukuran 21 pon (sekira 10 kilogram),
lobster itu kabarnya akan dipamerkan untuk publik dengan akuarium ukuran
besar.
Dilansir Hosted, Rabu (25/7/2012), diselenggakan pengundian lobster di Capt'n Elmer's Fish Market di Orleans, yang kemudian membawa lobster itu berhak dimiliki oleh salah seorang peserta undian. Pada perhelatan undian itu, pemenang juga mendapatkan beberapa lobster berukuran kecil dan berkesempatan untuk melepas lobster raksasa tersebut ke alam bebas.
Akan tetapi, pemenang menginginkan lobster besar itu untuk didonasikan ke New England Aquarium di Boston, Amerika Serikat. Juru bicara Aquarium, Tony LaCasse mengatakan bahwa lobster yang ditangkap 14 Juli lalu itu tiba pada Senin dan akan dipamerkan setelah menjalani masa karantina rutin selama 30 hari.
Hewan itu akan dipamerkan, asalkan tidak memakan banyak tempat pada wadah akuarium atau membuat "sesak" ikan-ikan yang lain. Lobster besar dengan berat sekira 10 kilogram itu diketahui masih lebih ringan ketimbang Lobzilla, yakni lobster terbesar yang pernah hidup di akuarium pada 1980 dengan berat 35 pon atau sekira 15 kilogram.
Wikipedia menerangkan, lobster bercapit membentuk sebuah keluarga (Nephropidae, juga Homaridae) dari crustacean besar laut. Mereka penting sebagai hewan, bisnis, dan makanan.
Lobster kebanyakan datang dari pesisir timur laut Amerika Utara dengan Canadian Maritimes dan negara bagian Amerika Serikat Maine sebagai produsen terbesar.
Dilansir Hosted, Rabu (25/7/2012), diselenggakan pengundian lobster di Capt'n Elmer's Fish Market di Orleans, yang kemudian membawa lobster itu berhak dimiliki oleh salah seorang peserta undian. Pada perhelatan undian itu, pemenang juga mendapatkan beberapa lobster berukuran kecil dan berkesempatan untuk melepas lobster raksasa tersebut ke alam bebas.
Akan tetapi, pemenang menginginkan lobster besar itu untuk didonasikan ke New England Aquarium di Boston, Amerika Serikat. Juru bicara Aquarium, Tony LaCasse mengatakan bahwa lobster yang ditangkap 14 Juli lalu itu tiba pada Senin dan akan dipamerkan setelah menjalani masa karantina rutin selama 30 hari.
Hewan itu akan dipamerkan, asalkan tidak memakan banyak tempat pada wadah akuarium atau membuat "sesak" ikan-ikan yang lain. Lobster besar dengan berat sekira 10 kilogram itu diketahui masih lebih ringan ketimbang Lobzilla, yakni lobster terbesar yang pernah hidup di akuarium pada 1980 dengan berat 35 pon atau sekira 15 kilogram.
Wikipedia menerangkan, lobster bercapit membentuk sebuah keluarga (Nephropidae, juga Homaridae) dari crustacean besar laut. Mereka penting sebagai hewan, bisnis, dan makanan.
Lobster kebanyakan datang dari pesisir timur laut Amerika Utara dengan Canadian Maritimes dan negara bagian Amerika Serikat Maine sebagai produsen terbesar.
CALIFORNIA -
Butuh waktu selama enam tahun, hingga akhirnya paten pertama yang
diajukan CEO Facebook Mark Zuckerberg disetujui. Paten itu diserahkan ke
US Patent Trademark and Office pada Juli 2006.
Dilansir dari Mashable, Rabu (25/7/2012), paten yang disebut Dynamically ini mencakup ringkasan privasi yang dijelaskan secara abstrak. Pada dasarnya, paten itu melindungi informasi pengguna yang muncul di layar, termasuk bagaimana mereka melihat pengaturan privasi-nya.
Paten yang diajukan Zuckerberg itu memang tidak berjalan mulus, karena pernah ditolak dan ditinjau kembali. Setelah ditinjau kembali, barulah paten tersebut akhrinya disetujui.
Meski paten pertama yang diajukannya baru disetuji, bukan berarti paten itu satu-satu-nya paten dari Zuckerberg. Sejak pertama kali Zuckerberg mengajukan paten pertamanya, ada beberapa paten lain yang telah disetujui.
Menurut situs Read Write Web, seorang ahli IPO (Initial Public Offering) mengatakan bahwa Facebook membutuhkan banyak paten, khususnya jika mengingat terjadinya pertempuran hukum dengan Yahoo terkait masalah paten. Seperti diketahui, kedua perusahaan itu akhirnya sepakat untuk menyelesaikan pertarungan hukum tersebut pada awal bulan ini.
Dilansir dari Mashable, Rabu (25/7/2012), paten yang disebut Dynamically ini mencakup ringkasan privasi yang dijelaskan secara abstrak. Pada dasarnya, paten itu melindungi informasi pengguna yang muncul di layar, termasuk bagaimana mereka melihat pengaturan privasi-nya.
Paten yang diajukan Zuckerberg itu memang tidak berjalan mulus, karena pernah ditolak dan ditinjau kembali. Setelah ditinjau kembali, barulah paten tersebut akhrinya disetujui.
Meski paten pertama yang diajukannya baru disetuji, bukan berarti paten itu satu-satu-nya paten dari Zuckerberg. Sejak pertama kali Zuckerberg mengajukan paten pertamanya, ada beberapa paten lain yang telah disetujui.
Menurut situs Read Write Web, seorang ahli IPO (Initial Public Offering) mengatakan bahwa Facebook membutuhkan banyak paten, khususnya jika mengingat terjadinya pertempuran hukum dengan Yahoo terkait masalah paten. Seperti diketahui, kedua perusahaan itu akhirnya sepakat untuk menyelesaikan pertarungan hukum tersebut pada awal bulan ini.
SURABAYA - Kementrian Komunikasi dan Informatika
(Kemenkominfo) kembali mendistribusikan sedikitnya 40 unit mobil
internet ke kawasan Indonesia Timur.
Jumlah tersebut merupakan bagian dari 1907 unit yang ditergetkan akan selesei terdistribusi tahun ini.
Dari jumlah 1907 unit sudah terdistribusikan 1600 unit Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan (MPLIK). Fasilitas ini, sedianya untuk memberikan edukasi kepada warga di daerah terpencil Indonesia untuk lebih akrab dengan internet.
Menurut Kepala Balai Penyedia Pengelola dan Pembiayaan Telekomunikasi Informatika (BP3TI) Santoso, saat ini penetrasi internet untuk penduduk Indonesia masih rendah, sekira 20 persen dari total penduduk Indonesia.
"Masyarakat yang sudah aware dengan internet baru mencapai 40 juta penduduk. Sementara jumlah penduduk Indonesia sekira 200 juta lebih," kata Santoso di sela-sela pemberangkatan MPLIK menggunakan KRI Teluk Penyu, di Dermaga Perak Surabaya, Rabu (25/7/2012).
Ia menjelaskan, skema layanan internet dalam MPLIK ini tergantung dengan topografi wilayah setempat. Sebab, Indonesia terdiri kepulauan sehingga akses layanan kabel sangat terbatas. Maka, yang digunakan adan akses stelit atau VSat.
Idealnya layanan Internet menggunakan kabel, untuk wilayah yang sudah di cover fixed line, maka disediakan PLIK di tiap kecamatan, sedangkan yang belum dijangkau PLIK, maka BP3TI menyediakan layanan mobil PLIK.
Kali ini, Kominfo bekerja sama dengan Armatim mengirimkan sebanyak 40 unit MPLIK. Jumalah tersebut akan meng-cover wilayah kabupaten Bitung, Provinsi Sulawesi Utara. 40 Unit MPLIK tersebut dikelola oleh PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) selaku pemenang tender.
Jumlah tersebut merupakan bagian dari 1907 unit yang ditergetkan akan selesei terdistribusi tahun ini.
Dari jumlah 1907 unit sudah terdistribusikan 1600 unit Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan (MPLIK). Fasilitas ini, sedianya untuk memberikan edukasi kepada warga di daerah terpencil Indonesia untuk lebih akrab dengan internet.
Menurut Kepala Balai Penyedia Pengelola dan Pembiayaan Telekomunikasi Informatika (BP3TI) Santoso, saat ini penetrasi internet untuk penduduk Indonesia masih rendah, sekira 20 persen dari total penduduk Indonesia.
"Masyarakat yang sudah aware dengan internet baru mencapai 40 juta penduduk. Sementara jumlah penduduk Indonesia sekira 200 juta lebih," kata Santoso di sela-sela pemberangkatan MPLIK menggunakan KRI Teluk Penyu, di Dermaga Perak Surabaya, Rabu (25/7/2012).
Ia menjelaskan, skema layanan internet dalam MPLIK ini tergantung dengan topografi wilayah setempat. Sebab, Indonesia terdiri kepulauan sehingga akses layanan kabel sangat terbatas. Maka, yang digunakan adan akses stelit atau VSat.
Idealnya layanan Internet menggunakan kabel, untuk wilayah yang sudah di cover fixed line, maka disediakan PLIK di tiap kecamatan, sedangkan yang belum dijangkau PLIK, maka BP3TI menyediakan layanan mobil PLIK.
Kali ini, Kominfo bekerja sama dengan Armatim mengirimkan sebanyak 40 unit MPLIK. Jumalah tersebut akan meng-cover wilayah kabupaten Bitung, Provinsi Sulawesi Utara. 40 Unit MPLIK tersebut dikelola oleh PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) selaku pemenang tender.


