Recent Post
Apakah Anda tertarik untuk memiliki sebuah situs sosial
media yang sudah sangat terkenal di seantero dunia? Jika iya, maka Anda
bisa menyiapkan uang sebesar $500 ribu USD untuk membeli salah satu
pioneer situs sosial media, Digg.
Adalah sebuah perusahaan bernama Betaworks yang berhasil membeli
situs tersebut. Kedua pihak pun telah mengkonfirmasi proses pembelian
tersebut. Pihak Betaworks memiliki alasan khusus dalam transaksi
tersebut. Mereka ingin membangun situs Digg agar bisa lebih bersaing
dengan situs lain.Nilai penjualan Dig tersebut pun terbilang sangat besar. Pada tahun 2008 lalu, Google pernah menawar untuk membelinya dengan harga $200 juta USD. Namun transaksi tersebut akhirnya batal.
Situs ini sendiri didirikan pada tahun 2004 oleh Kevin Rose, Jay Adelson, Owen Byrne dan Ron Gorodetzky. Situs ini pun memiliki tingkat kepopuleran yang sangat tinggi di Amerika Serikat. Total setiap bulannya situs ini dikunjungi tak kurang dari 4.4 juta pengunjung.
Betaworks sendiri merupakan sebuah perusahaan yang mempunyai beberapa situs online. Beberapa di antaranya adalah situr URL shortener Bit.ly dan Chartbeat.
Sebuah situs game online, Gamigo baru saja kecolongan. Tak kurang 8.2
Juta akun email dan password berhasil dicuri hacker dari situs tersebut.
Parahnya, para hacker pun memosting email dan password tersebut secara
online.
Peristiwa pembobolan situs tersebut pun awalnya tidak diketahui oleh pemilik Gamigo. Bahkan pihak yang pertama kali menengarai adanya pembobolan tersebut adalah sebuah perusahaan keamanan komputer bernama PwnedList. “Ini adalah kebocoran terbesar yang pernah saya lihat. Ketika pembobolan ini dilakukan, data-data tersebut masih belum dirilis, sehingga tidak terlalu menjadi masalah. Sekarang, delama juga alamat email dan password telah diposting online, live data bagi para hacker manapun untuk melihatnya,” ujar founder Gamigo, Steve Thomas.
Dengan banyaknya data yang terkuak ke publik, sistem keamanan yang dimiliki oleh Gamigo menjadi pertanyaan besar. Dengan banyaknya korban, peristiwa ini menjadi salah satu peristiwa pembobolan situs terbesar pada tahun ini. Jumlah data yang dicuri oleh hacker lebih banyak dibandingkan peristiwa yang menimpa LinkedIn ataupun server milik Yahoo.
Peristiwa pembobolan situs tersebut pun awalnya tidak diketahui oleh pemilik Gamigo. Bahkan pihak yang pertama kali menengarai adanya pembobolan tersebut adalah sebuah perusahaan keamanan komputer bernama PwnedList. “Ini adalah kebocoran terbesar yang pernah saya lihat. Ketika pembobolan ini dilakukan, data-data tersebut masih belum dirilis, sehingga tidak terlalu menjadi masalah. Sekarang, delama juga alamat email dan password telah diposting online, live data bagi para hacker manapun untuk melihatnya,” ujar founder Gamigo, Steve Thomas.
Dengan banyaknya data yang terkuak ke publik, sistem keamanan yang dimiliki oleh Gamigo menjadi pertanyaan besar. Dengan banyaknya korban, peristiwa ini menjadi salah satu peristiwa pembobolan situs terbesar pada tahun ini. Jumlah data yang dicuri oleh hacker lebih banyak dibandingkan peristiwa yang menimpa LinkedIn ataupun server milik Yahoo.
Hacker bernama NullCrew mengklaim telah berhasil membobol situs online
milik Asus eStore. Merekapun mengatakan telah memperolrh data 23
username administrator dan password yang telah mereka publikasikan di
Pastebin. Bahkan hacker pun meminta semua orang untuk mencoba password
dan username tersebut.
Mereka mengatakan bahwa mereka pun telah mencoba untuk login dengan kombinasi username dan password tersebut serta berhasil. Para hacker mengatakan bahwa mereka merasa tertantang untuk membobol situs milik Asus teresbut. Terlebih setelah mereka melihat icon GoDaddy pada situs tersebut. Belum ada konfirmasi dari pihak Asus terkait pembobolan tersebut. Selain itu, kasus ini juga semakin memperpanjang daftar situs yang dibobol oleh NullCrew. Sebelumnya, mereka juga mengatakan bertanggung jawab terhadap pembobolan situs PBS dan WHO.
Kasus pembobolan situs nampaknya menjadi tren akhir-akhir ini. Beberapa situs milik perusahaan ternama pun menjadi korbannya. Di antaranya adalah NVidia, Apple, Yahoo serta LinkedIn.
Mereka mengatakan bahwa mereka pun telah mencoba untuk login dengan kombinasi username dan password tersebut serta berhasil. Para hacker mengatakan bahwa mereka merasa tertantang untuk membobol situs milik Asus teresbut. Terlebih setelah mereka melihat icon GoDaddy pada situs tersebut. Belum ada konfirmasi dari pihak Asus terkait pembobolan tersebut. Selain itu, kasus ini juga semakin memperpanjang daftar situs yang dibobol oleh NullCrew. Sebelumnya, mereka juga mengatakan bertanggung jawab terhadap pembobolan situs PBS dan WHO.
Kasus pembobolan situs nampaknya menjadi tren akhir-akhir ini. Beberapa situs milik perusahaan ternama pun menjadi korbannya. Di antaranya adalah NVidia, Apple, Yahoo serta LinkedIn.
Anda masih ingat dengan seorang hacker asal Rusia yang berhasil membobol situs Apple Apps Store
beberapa waktu lalu? Kini hacker tersebut kembali beraksi. Setelah
sukses mengunduh aplikasi iOS berbayar secara gratis, kini hacker yang
mengaku bernama Borodin tersebut melakukannya dengan tujuan aplikasi Mac
OS X.
Prinsip kerja yang dia lakukan untuk membobol Mac Apps Store kali ini pun hampir serupa dengan yang dia lakukan minggu lalu. Pertama, user harus menginstal sertifikat lokal pada komputer Mac mereka. Selanjutnya, Anda tinggal mengubah setting DNS serta menggunakan sebuah aplikasi bernama Grim Receiper.
Metode milik BOrodin ini sendiri hanya berlaku bagi pengguna OS X versi 10.7 atau di atasnya. Sedangkan untuk versi sebelumnya, Borodin mengatakan tidak mendukung langkah yang dibuatnya.
Apple sendiri sebenarnya telah berusaha untuk memotong jaringan internet yang digunakan oleh Borodin. Namun, tak lama kemudian dia berhasil meluncurkan kembali situs miliknya. Belum ada pernyataan resmi dari Apple mengenai peristiwa pemboblan kedua yang dilakukan oleh Borodin ini. Perlu Anda ketahui, setelah peristiwa pembobolan oleh Borodin, pihak Apple mengatakan bahwa mereka telah memperbaiki sistem keamanan yang mereka miliki. Namun, nampaknya perbaikan tersebut masih belum cukup.
Prinsip kerja yang dia lakukan untuk membobol Mac Apps Store kali ini pun hampir serupa dengan yang dia lakukan minggu lalu. Pertama, user harus menginstal sertifikat lokal pada komputer Mac mereka. Selanjutnya, Anda tinggal mengubah setting DNS serta menggunakan sebuah aplikasi bernama Grim Receiper.
Metode milik BOrodin ini sendiri hanya berlaku bagi pengguna OS X versi 10.7 atau di atasnya. Sedangkan untuk versi sebelumnya, Borodin mengatakan tidak mendukung langkah yang dibuatnya.
Apple sendiri sebenarnya telah berusaha untuk memotong jaringan internet yang digunakan oleh Borodin. Namun, tak lama kemudian dia berhasil meluncurkan kembali situs miliknya. Belum ada pernyataan resmi dari Apple mengenai peristiwa pemboblan kedua yang dilakukan oleh Borodin ini. Perlu Anda ketahui, setelah peristiwa pembobolan oleh Borodin, pihak Apple mengatakan bahwa mereka telah memperbaiki sistem keamanan yang mereka miliki. Namun, nampaknya perbaikan tersebut masih belum cukup.
Pria tambun pendiri situs Megaupload, Kim Dotcom kini kembali
menyuarakan aspirasinya melalui internet. Setelah sebelumnya mengkritik
pemerintah AS karena dia menganggap Wakil Presiden Joe Biden memiliki
hubungan dengan penutupan situs Megaupload, kini dia mengkritik
pemerintahan Obama dengan peluncuran situs bernama Kim.com.
Dalam situs tersebut, dia pun menyematkan sebuah video klip yang dinyanyikannya. Video tersebut merupakan sebuah lagu berjudul Mr. President yang berisi lirik kritikan terhadap pemerintah AS. Video tersebut juga memperlihatkan sikap penentangannya terhadap berbagai aksi penyensoran terhadap dunia internet. Tak hanya itu, dalam video klip tersebut, dia juga membandingkan dirinya dengan sosok Martin Luther King Jr. Selain berisi video klip, situs terbaru Kim tersebut juga menyebutkan fakta-fakta versi Kim terkait penutupan Megaupload. Dari apa itu situs Megaupload, hingga proses terjadinya penutupan situs tersebut oleh pemerintah Amerika Serikat.
Dalam situs tersebut, dia pun menyematkan sebuah video klip yang dinyanyikannya. Video tersebut merupakan sebuah lagu berjudul Mr. President yang berisi lirik kritikan terhadap pemerintah AS. Video tersebut juga memperlihatkan sikap penentangannya terhadap berbagai aksi penyensoran terhadap dunia internet. Tak hanya itu, dalam video klip tersebut, dia juga membandingkan dirinya dengan sosok Martin Luther King Jr. Selain berisi video klip, situs terbaru Kim tersebut juga menyebutkan fakta-fakta versi Kim terkait penutupan Megaupload. Dari apa itu situs Megaupload, hingga proses terjadinya penutupan situs tersebut oleh pemerintah Amerika Serikat.
Jumat kemarin (27/6), situs micro blogging, Twitter sempat down beberapa
saat karena kesalahan sistem. Pihak Twitter pun sudah meminta maaf
kepada publik. Namun, ternyata gangguan bagi para pengguna Twitter tidak
berhenti di situ.
Baru-baru ini, para peneliti keamanan komputer berhasil menemukan malware di situs tersebut. Malware tersebut tersebar dengan sebuah tweet yang mengklaim menjadi foto Anda. Terdapat dua pesan tweet yang banyak beredar, yakni “It’s you on photo?” dan “It’s about You?”. Dan, jika Anda mengklik tweet tersebut, komputer Anda akan terinfeksi virus. Namun, Anda juga harus hati-hati, karena para pengirim scam tersebut bisa dengan mudah mengganti pesan tweet, namun pola penulisannya tetap sama, yakni:
@[username] It’s about you? http://[domain]/#[username].html
@[username] It’s you on photo? http://[domain]/#[username].html
Dan, misalnya username Anda adalah Btekno, maka tulisan tersebut berganti menjadi:
@Btekno It’s you on photo? http://[domain]/#Btekno.html
@Btekno It’s about you? http://[domain]/#Btekno.html
Baru-baru ini, para peneliti keamanan komputer berhasil menemukan malware di situs tersebut. Malware tersebut tersebar dengan sebuah tweet yang mengklaim menjadi foto Anda. Terdapat dua pesan tweet yang banyak beredar, yakni “It’s you on photo?” dan “It’s about You?”. Dan, jika Anda mengklik tweet tersebut, komputer Anda akan terinfeksi virus. Namun, Anda juga harus hati-hati, karena para pengirim scam tersebut bisa dengan mudah mengganti pesan tweet, namun pola penulisannya tetap sama, yakni:
@[username] It’s about you? http://[domain]/#[username].html
@[username] It’s you on photo? http://[domain]/#[username].html
Dan, misalnya username Anda adalah Btekno, maka tulisan tersebut berganti menjadi:
@Btekno It’s you on photo? http://[domain]/#Btekno.html
@Btekno It’s about you? http://[domain]/#Btekno.html
Dua kota metropolis Indonesia, Jakarta dan Bandung
tercatat sebagai kota dengan jumlah Tweet terbanyak di dunia. Jakarta
duduk di posisi pertama, sedangkan kota kembang Bandung nangkring di
tempat ke enam.
Di antara dua kota tersebut, adalah kota-kota di negara maju dunia.
Seperti Tokyo yang duduk di peringkat kedua, London di tempat ketiga
serta New York yang duduk di peringkat ke 5. Sedangkan Sao Paulo, Brazil
berada di peringkat ke 4.Data tersebut didapatkan dari grup analis bernama Semiocast. Mereka mencatat, saat ini terdapat lebih dari 500 juta pengguna Twitter dari seluruh dunia. Dan, lagi-lagi nama Indonesia masuk dalam peringkat kelima dengan jumlah user sebanyak 29 juta akun. Sedangkan Amerika Serikat berada di peringkat pertama dengan jumlah user mencapai 140 juta orang.
Jumlah user Twitter di Indonesia sendiri mengalami peningkatan yang cukup drastis dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2011, Indonesia memiliki jumlah pengguna Twitter sebanyak 20 juta akun. Peningkatan tersebut lebih tinggi dibandingkan negara-negara lain, kecuali Amerika Serikat.
Saat ini banyak orang yang ketika membeli sebuah modem kerap bertanya,
apakah modem yang dipilihnya tersebut sudah dilengkapi dengan teknologi
EVDO? Banyak anggapan bahwa teknologi EVDO memiliki kecepatan yang lebih
dibandingkan dengan 3G. Namun apakah seperti itu?
EVDO merupakan singkatan dari Evolution Data Only atau Evolution Data Optimized. Teknologi ini merupakan standar transmisi data nirkabel generasi ketiga. Jika Anda kerap mendengar kata 3G, maka EVDO termasuk dalam teknologi 3G. Bedanya, jika 3G berlaku untuk jaringan GSM, maka EVDO adalah milik jaringan CDMA. Selain itu, EVDO juga diklasifikasi menjadi beberapa jenis, hal tersebut berkaitan dengan standar revisi. Oleh karena itu kita kerap mendengan EVDO Rev A atau EVDO Rev B. Standar revisi memang dinamakan secara alfabet, dimulai dari EVDO Rev O, EVDO Rev A dan EVDO Rev B. Dan, semakin tinggi revisi, maka tentu saja semakin tinggi pula kecepatan akses yang ditawarkan.
Untuk EVDO Rev O, kecepatan maksimal yang bisa diperoleh adalah 2.4 Mbps. Sedangkan untuk EVDO Rev. A, Anda bisa memperoleh kecepatan akses data hingga 3.1 Mbps. Sedangkan untuk EVDO Rev. B, hingga kini masih dalam proses pengembangan, dan belum diketahui berapa kecepatan akses maksimum yang bisa didapatkan.
Di Indonesia sendiri, terdapat modem milik Smartfren yang sudah menggunakan teknologi EVDO Rev. B. Pihak Smart awalnya meluncurkan modem EVDO Rev. B fase 1 dengan kecepatan hingga 9.3 Mbps. Dan kini telah ada teknologi EVDO Rev. B fase 2 dengan kecepatan hingga 14.7 Mbps.
Namun, apapun teknologi jaringan yang dimiliki oleh sebuah modem, hal tersebut akan sia-sia jika Anda tidak tercover jaringan tersebut. Misalnya, Anda memiliki modem EVDO Rev B, tapi berada di wilayah Jawa Timur, maka kecepatan yang Anda peroleh bakal sama dengan modem EVDO Rev A. Karena, saat ini jaringan EVDO B baru ada di Jakarta dan Bali. So, perhatikan hal ini jika membeli sebuah modem.
EVDO merupakan singkatan dari Evolution Data Only atau Evolution Data Optimized. Teknologi ini merupakan standar transmisi data nirkabel generasi ketiga. Jika Anda kerap mendengar kata 3G, maka EVDO termasuk dalam teknologi 3G. Bedanya, jika 3G berlaku untuk jaringan GSM, maka EVDO adalah milik jaringan CDMA. Selain itu, EVDO juga diklasifikasi menjadi beberapa jenis, hal tersebut berkaitan dengan standar revisi. Oleh karena itu kita kerap mendengan EVDO Rev A atau EVDO Rev B. Standar revisi memang dinamakan secara alfabet, dimulai dari EVDO Rev O, EVDO Rev A dan EVDO Rev B. Dan, semakin tinggi revisi, maka tentu saja semakin tinggi pula kecepatan akses yang ditawarkan.
Untuk EVDO Rev O, kecepatan maksimal yang bisa diperoleh adalah 2.4 Mbps. Sedangkan untuk EVDO Rev. A, Anda bisa memperoleh kecepatan akses data hingga 3.1 Mbps. Sedangkan untuk EVDO Rev. B, hingga kini masih dalam proses pengembangan, dan belum diketahui berapa kecepatan akses maksimum yang bisa didapatkan.
Di Indonesia sendiri, terdapat modem milik Smartfren yang sudah menggunakan teknologi EVDO Rev. B. Pihak Smart awalnya meluncurkan modem EVDO Rev. B fase 1 dengan kecepatan hingga 9.3 Mbps. Dan kini telah ada teknologi EVDO Rev. B fase 2 dengan kecepatan hingga 14.7 Mbps.
Namun, apapun teknologi jaringan yang dimiliki oleh sebuah modem, hal tersebut akan sia-sia jika Anda tidak tercover jaringan tersebut. Misalnya, Anda memiliki modem EVDO Rev B, tapi berada di wilayah Jawa Timur, maka kecepatan yang Anda peroleh bakal sama dengan modem EVDO Rev A. Karena, saat ini jaringan EVDO B baru ada di Jakarta dan Bali. So, perhatikan hal ini jika membeli sebuah modem.
