Advertisements

Recent Post

Ditengah kontroversi pembantaian yang dilakukan oleh Pemerintah Myanmar terhadap etnis Rohingya, bantuan terhadap Myanmar sepertinya akan terus bergulir. Lewat dalih reformasi, bantuan-bantuan itu akan tetap mengalir ke Myanmar, seperti yang akan dikeluarkan oleh Bank Dunia.
Selama kurang lebih satu tahun terakhir, Myanmar memang mengalami kemajuan pesat dalam melakukan perubahan politik di dalam negerinya. Di bawah kepemimpinan Presiden Thein Sein, tidak ada lagi junta militer yang berkuasa di pemerintahan. Meskipun mereka yang menduduki pemerintahan saat ini sebagian besar adalah mantan anggota junta militer.

Perubahan yang mencolok dan membuat dunia internasional membuka isolasi mereka terhadap Myanmar adalah pemilu parlemen yang berlangsung April lalu. Ketika pemilu, tokoh demokrasi Myanmar Aung San Suu Kyi turut serta di dalamnya. Demikiaan diberitakan Reuters, Sabtu (4/8/2012).

Pembebasan beberapa tahanan politik juga menjadi tolak ukur bagi dunia Barat mulai membuka hubungannya kembali dengan Myanmar. Amerika Serikat (AS), Inggris, Uni Eropa (UE) bahkan berlomba-lomba untuk mendekati Myanmar dan mencari peluang investasi di negara tersebut.

Bank Dunia adalah salah satu pihak yang berencana untuk mempersiapkan pembukaan bantuan baru kepada Myanmar. Bantuan ini sebelumnya sempat berhenti selama 25 tahun. Wakil Presiden Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik Pamela Cox mengumumkan, pihaknya akan mengucurkan dana sebesar USD400 juta untuk bantuan pengembangan.

Cox yang turut disertai International Finance Corporation, akan melakukan pertemuan dengan Presiden Thein Sein dan Aung San Suu Kyi pada pekan ini. Pertemuan ini merupakan yang pertama kalinya pejabat senior Bank Dunia mengunjungi Myanmar semejak perubahan politik berlansung.

Ironisnya, reformasi yang diagungkan oleh Myanmar menutupi tragedi pembantaian yang dialami oleh etnis Rohingya di wilayah Rakhine, oleh etnis Rakhine. Diskriminasi yang disertai pembantaian ternyata sudah terjadi cukup lama di negeri tersebut. Tetapi dunia Barat seperti menutup mata atas laporan tragedi itu.

Terbukti dengan kecaman dari Human Rights Watch (HRW) yang menilai dunia internasional hanya berdiam diri melihat kejadian itu. HRW sebelumnya mengeluarkan laporan bahwa pasukan Myanmar memang melakukan penembakan dan pemerkosaan terhadap warga etnis Rohingya. Tetapi tuduhan ini dibantah langsung oleh Pemerintah Myanmar yang tidak mengakui kejadian tersebut.

Selama ini etnis Rohingya tidak diakui oleh pemerintah dan rakyat Myanmar. Mereka terus dihadapkan pada diskriminasi, pahadal mereka sudah tinggal di wilayahnya selama ratusan tahun. Presiden Thein Sein bahkan tidak mau mengakui etnis Rohingya sebagai warganya dan memilih melakukan deportasi sebagai solusi penanganan etnis Rohingya.
Beberapa bulan lalu, Facebook memperkenalkan fitur baru berupa Close Friend atau teman dekat. Dengan fitur tersebut, Anda bisa memisahkan beberapa teman spesial Anda dengan teman-teman yang lain.
Awalnya, fitur ini memang menarik. Namun, lama kelamaan, notifikasi yang muncul dari teman dekat tersebut bisa cukup mengganggu. Anda pun bisa mematikan notifikasi tersebut. Berikut ini adalah langkah-langkah yang bisa Anda lakukan. 1. Pertama, Anda bisa menuju ke halaman Close Friend. Secara default, halaman Close Friend terletak pada bagian samping kiri halaman Home, di bawah Friends.
2. Di sini, Anda bisa melakukan dua jenis pengaturan. pengaturan yang pertama adalah mengatur notifikasi. Terdapat tiga pilihan notifikasi yang bisa dipilih. Dari notifikasi pada email dan Facebook, notifikasi Facebook dan yang ketiga adalah mematikan notifikasi.
3. Pada halaman yang sama, Anda juga bisa mengatur notifikasi tertentu yang ditampilkan, dengan cara menekan pilihan Choose Update Types. Terdapat beberapa pilihan, dari notifikasi update status, foto, komentar dan lain-lain.
4. Anda pun bisa menghapus seorang teman dari list teman dekat Anda. Caranya mudah, Anda tinggal klik tombol Manage List dan Edit List.
5. Setelah itu, akan muncul daftar teman dekat. Pada bagian pojok kanan atas, terdapat tanda X, dan Anda bisa klik tanda tersebut kalau ingin menghapus seseorang.
Sebuah kabar yang cukup mengejutkan datang dari perusahaan analisis bernama Adeven. Dalam sebuah kesempatan, CEO Adeven, Christian Henschel mengatakan bahwa terdapat 60 persen lebih aplikasi di Apple App Store yang sekalipun tak pernah diunduh.
Henschel mengatakan, seorang user memiliki pilihan yang sangat banyak. Dengan jumlah aplikasi mencapai lebih dari 650 ribu, tentunya pengguna perangkat Apple cukup bingun dengan banyaknya pilihan. Dan, jika dihitung, 60 persen aplikasi tersebut berjumlah sekitar lebih dari 400 ribu aplikasi. Dia mengatakan bahwa minimnya jumlah aplikasi yang didownload di App Store karena sistem yang kurang bagus. Apple App Store tidak dilengkapi dengan tool pencarian yang bagus. Dan, cara termudah untuk memperoleh sebuah aplikasi adalah dengan cara melihat top list yang cenderung didominasi oleh perusahaan yang sama dengan dana jutaan dolar.
“Jika Anda independen, publisher aplikasi kecil, maka sangat sulit untuk ditemukan,” ujar Henshcel, (31/7). Oleh karena itu, pihaknya menawarkan aplikasi bernama Apptrace yang memiliki data aplikasi iOS dari 155 negara.
Research in Motion (RIM) nampaknya sudah mulai jenuh dengan kondisi keuangan yang terus memburuk. Bahkan, saking bosannya, CEO RIM Thorsten Heins dalam sebuah wawancara dengan The Telegraph mengatakan bahwa mereka akan menjual lisensi BlackBerry 10 OS kepada pihak lain.
Dia mengatakan, dengan kondisi yang sekarang, perusahaannya tidak akan mampu bersaing dengan platform lain yang tiap tahunnya memproduksi hampir 60 handset. Dalam hal ini, Heins tentu saja merujuk pada Android. Oleh karena itu, dia mengatakan dengan menjual lisensi BlackBerry 10, perusahaannya bisa kembali menjadi perusahaan yang memberikan keuntungan. “Untuk meluncurkan BB10, kami mungkin butuh untuk melisensikannya kepada pihak lain yang dapat melakukan hal ini dengan proporsi biaya yang lebih baik daripada yang bisa kami lakukan,” ujar Heins. Pihaknya pun tengah melakukan investigasi mengenai kepada siapa RIM akan menjual lisensi tersebut.
Namun yang menjadi pertanyaan besar, siapa yang bakal membeli lisensi tersebut? Apakah Samsung? Apakah Nokia? Apple mungkin? Lalu, bagaimana jika tidak ada yang tertarik dengan lisensi tersebut?
 
Produsen BlackBerry, Research in Motion (RIM), baru saja meluncurkan program terbaru bernama BlackBerry Terjangkau. Program tersebut merupakan sarana yang disediakan oleh RIM Indonesia agar masyarakat bisa membeli sebuah handphone BlackBerry dengan cara yang gampang.
Cara pembelian handphone BlackBerry dalam program BlacBerry Terjangkau tersebut pun tersedia dalam dua pilihan. Pilihan yang pertama adalah dengan menggunakan kartu kredit BII atau BCA. Dengan dua pilihan kartu kredit tersebut, Anda bisa mendapatkan handphone BlackBerry yang Anda inginkan dengan opsi cicilan 6 bulan atau 12 bulan dengan bunga 0 persen. Selain itu, bagi Anda yang tidak memiliki kartu kredit, bisa menggunakan jasa Kredit Adira. Program ini pun menawarkan kredit 12 bulan tanpa jaminan dengan ‘bunga yang menarik’. Sebagai langkah awal, tawaran ini akan diberlakukan di 300 toko ritel yang ada di 35 mall di seluruh Indonesia.
Namun, program ini tidak berlaku untuk semua jenis handphone. Beberapa handphone yang bisa dibeli dalam program ini adalah BlackBerry Curve 8520, BlackBerry Curve 9220, BlackBerry Curve 9320, BlackBerry Curve 9360, BlackBerry Bold 9790 dan terakhir adalah BlackBerry Bold 9900.
Facebook memang dikenal sebagai jejaring sosial terpopuler di dunia. Bahkan, dalam data terbaru, jumlah user di jejaring sosial milik Mark Zuckerberg tersebut hampir mencapai 1 miliar akun. Bahkan akun-akun tersebut pun termasuk user aktif, paling tidak akun tersebut login sekali dalam sebulan. Namun apakah semua akun tersebut valid?
Dikutip dari SOftpedia, ternyata tak semua akun aktif di Facebook merupakan akun asli. Bahkan menurut data dari Securities and Exchange Comission (SeC) Amerika Serikat, terdapat 8.7 persen akun aktif di Facebook adalah akun palsu. Akun-akun palsu tersebut bisa merupakan akun lain dari seorang user aktif atau akun yang tidak diinginkan, dengan kata lain adalah akun spam. Jika dihitung-hitung, 8.7 persen dari seluruh jumlah akun aktif Facebook tersebut mencapai 83.09 juta. Selain itu, 4.8 persen di antaranya adalah akun duplikasi. Jika Anda melakukan hal ini, bisa saja ada risiko akun asli dan akun duplikasi Anda akan disita oleh Facebook.
Selain itu, 2.4 persen dari user aktif adalah akun turunan. Akun ini berbeda dengan akun duplikasi. Akun ini adalah akun yang dibuat oleh seseorang namun bukan untuk dirinya sendiri. Akun tersebut bisa berupa bisnis kecil, akun untuk hewan peliharaan dan lain-lain.
Dan, yang terakhir adalah akun spam. Terdapat total 1.5 persen akun spam yang ada di Facebook. Akun ini biasanya akan menyebarkan spam, malware serta hal-hal menganggu lainnya.